Enter your keyword

Inovasi Daerah Lewat Jamur Tiram

Inovasi Daerah Lewat Jamur Tiram

Inovasi Daerah Lewat Jamur Tiram

Menindaklanjuti rapat Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Kabupaten Pandeglang terkait Sinkronisasi, Harmonisasi dan Sinergi Kebijakan Penguatan Sistem Inovasi Daerah, pada hari Jum’at tanggal 7 Desember 2012, Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang, Drs.H Aah Wahyd Maulany, M.Pd didampingi Sekretaris Bappeda Drs. H. Mahmud Ali, MM dan Kabid P4S, H. Budi Januardi, S,Pt, MM melaksanakan kunjungan ke Kelompok Tani Jamur Tiram Vinasari Kecamatan Cadasari untuk melihat lebih detail produksi jamur tiram dari mulai pembibitan sampai kepada produksinya.

Kunjungan Kepala Bappeda disambut langsung oleh Ketua Kelompok Tani Vinasari, H. Iding Suhendi dan beberapa orang dari kelompok tani yang tergabung dalam binaan Vinasari. Dalam kunjungan tersebut Kepala Bappeda diajak berkeliling untuk melihat kumbung jamur tiram. Dalam penjelasannya Ketua Kelompok Tani Vinasari, H. Iding Suhendi mengutarakan bahwa produksi jamur yang dimilikinya bisa mencapai 50-100 kg/hari dengan harga jual sekitar Rp. 9000/kg dari satu kumbung. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa kini Kelompok Tani Jamur Tiram Vinasari berjumlah sekitar 10 orang yang merupakan penduduk disekitarnya, namun jika dilihat keseluruhan maka Kelompok Tani Jamur Tiram Vinasari telah memiliki lebih dari 100 kelompok tani binaan yang tersebar dari mulai Serang, Lebak, Menes, Panimbang sampai ke Sumur.

Dalam penjelasannya beliau juga mengatakan bahwa kini kelompok taninya telah menjadi objek penelitian dan magang dari berbagai kalangan dari mulai birokrasi, peneliti sampai kepada murid/mahasiswa yang dengan sengaja magang di tempatnya. Instansi yang telah melaksanakannya diantaranya Dinas Kehutanan Propinsi Banten dan dalam waktu dekat ini akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Propinsi Gorontalo, sementara dari kalangan akademisi, IPB dan Untirta telah melakukan magang karena memang kualitas jamur tiram yang dihasilkan sangat istimewa dibandingkan dengan jamur-jamur sejenisnya yang ada ditempat lain.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa kini produksi jamur tiramnya tidak sebatas bahan mentah yang kemudian dijual ke konsumen, namun beberapa diantaranya telah diolah menjadi makanan khas jamur tiram seperti sate, kripik, dodol, crispy, risoles isi jamur, acar dan lain-lain yang kesemuanya itu kin bisa didapatkan dikediamannya dengan harga yang relatif murah. Beberapa produk olah jamur tiram tersebut bahkan telah mendapatkan respon yang positif dari konsumen di Serang bahkan sampai ke Bali, dan khusus untuk Bali, Vinasari bahkan telah membuka gerai tersendiri dengan perkembangan yang terbilang cukup lumayan. “”Bahkan jika tidak tekendala dengan modal produksi jamur tiramnya bisa mencapai ke luar negeri”, ungkap H. Iding.

Kelompok Tani Jamur Tiram Vinasari sendiri disamping memproduksi Jamur Tiram berikut hasil olahannya juga merupakan “induk” dari petani Jamur yang ada di Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lebak, karena memang produksi Jamur Tiram yang dihasilkan sangat unik dan istimewa. Artinya bahwa mereka tidak hanya sebatas tanggung jawab tehadap produksi namun lebih jauh dari itu yaitu memikul tanggungjawab sosial yang sangat besar terhadap perkembangan jamur tiram agar berhasil guna terutama dalam menaikkan taraf kesejahteraan kelompok tani jamur. Oleh karena itu H. Iding selaku pemilik utama Kelompok Tani Jamur Tiram Vinasari sangat terbuka terutama bagi kelompok tani dibawah binaannya untuk melakukan fasilitasi terkait berbagai hal dalam pengembangan dan pengolahan produksi Jamur Tiram, bahkan seperti yang telah diutarakan bahwa beliaupun bersedia untuk menjadi objek penelitian dan magang dari berbagai elemen masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh tentang proses produksi Jamur tiram dari mulai pembibitan sampai kepada pengolahan menjadi barang yang siap pakai.

Kegiatan produksi Jamur Tiram seperti yang dilakukan oleh H.Iding dan kelompoknya ini tentu memerlukan perhatian yang lebih terutama dari pemerintah daerah agar lebih proaktif dalam memfasilitasi sehingga Jamur Tiram yang diproduksi memiliki nilai tambah dan tentunya akan berdampak positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat disamping juga sebagai persiapan Pandeglang menuju era industri pariwisata dimana jamur tiram dialamnya akan menjadi bagian dari ciri khas makanan Pandeglang yang akan dikenang manis oleh wisatawan.

 

Jamur Kelompok Tani Vinasari dan Produk Olahannya

jamur5

Jamur Tiram Vinasari

 

jamur2

Kripik Jamur Tiram

 

jamur3

Sate jamur Tiram

 

jamur4

Crispy Jamur Tiram

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.