Enter your keyword

LG SAT FOR DISASTER RESILIENCE

LG SAT FOR DISASTER RESILIENCE

LG SAT FOR DISASTER RESILIENCE

LG SAT For Disaster Resilience singkatan dari Local Government Self-Assessment Tool for Disaster Resilience Terdiri dari 10 poin esensial yang diturunkan dari 5 prioritas aksi HFA dan Ada 41 pertanyaan kunci. Latar belakang pembentukan LG SAT For Disaster Resilience di dasarkan  kepada beberapa hal diataranya :

  1. UNISDR meluncurkan kampanye Making My City Resilient.
  2. Jakarta, Banda Aceh, dan Makassar bergabung antara 2010-2011
  3. LG-SAT for disaster resilience disusun untuk mengkaji implementasi HFA di tingkat lokal
  4. Di Indonesia, pengkajian tidak terbatas pada kota yang bergabung dalam Making My City Resilience.

Sementara Tujuan diadakannya LG-SAT For Disaster Resilience  adalah untuk :

  1. Memetakan dan memahami kesenjangan dan tantangan dalam PRB di kota/kabupaten.
  2. Membuat baseline status kota/kabupaten.
  3. Melengkapi informasi untuk monitoring HFA nasional.

Sepuluh (10) Poin Esensial LG SAT For Disaster Resilience

Esensial 1: Kerangka Kerja Institusional dan Administratif [HFA Prioritas 1]

Menciptakan organisasi dan koordinasi untuk memahami dan mengurangi risiko bencana, berdasarkan partisipasi kelompok-kelompok masyarakat dan masyarakat sipil. Membangun aliansi lokal. Memastikan bahwa semua bagian memahami perannya dalam pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan.

Esensial 2: Pembiayaan dan Sumber Daya [HFA Prioritas 1 dan 4]

  1. Berinvestasi dalam upaya-upaya pengurangan risiko dan kampanye peningkatan kesadaran
  2. Memastikan anggaran untuk kesiapsiagaan dan respon
  3. Menciptakan insentif untuk pengurangan risiko, begitu juga penalti bagi yang meningkatkan risiko
  4. Memperbaiki kinerja ekonomi

Esensial 3: Pengkajian Risiko Ancaman Majemuk: Kenali Risiko Anda [HFA Prioritas 2, 3, dan 4]

  1. Menentukan sifat dan tingkat risiko
  2. Menyebarkan informasi risiko dan menerapkannya ke dalam pengambilan keputusan untuk pembangunan

Esensial 4: Perlindungan, Peningkatan, dan Ketangguhan Infrastruktur [HFA Prioritas 4]

  1. Memperkuat infrastruktur perlindungan
  2. Melindungi infrastruktur vital
  3. Membangun infrastruktur baru yang tangguh

Esensial 5: Melindungi Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan [HFA Prioritas 2, 4, dan 5]

  1. Menjaga agar sekolah-sekolah dan fasilitas-fasilitas kesehatan beroperasi dan berfungsi
  2. Mengenali relevansi pelayanan dan operasi prioritas paska bencana

Esensial 6: Membangun Regulasi dan Perencanaan Penggunaan Lahan [HFA Prioritas 4]

  1. Penegakan dan kepatuhan terhadap standar dan aturan bangunan yang sensitif terhadap risiko
  2. Mengembangkan perencanaan kota/kabupaten dan penggunaan lahan berdasarkan pengkajian risiko
  3. Memperbaiki pemukiman informal dan mempromosikan konstruksi aman untuk bangunan-bangunan tanpa arsitek
  4. Membangun kapasitas lokal dan memperkuat partisipasi dalam perencanaan perkotaan dan penggunaan lahan

Esensial 7: Pelatihan, Pendidikan, dan Kesadaran Publik [HFA Prioritas 1, 3, dan 5]

  1. Meningkatkan kesadaran publik di kota
  2. Mengintegrasikan pengurangan risiko bencana ke dalam program pendidikan formal
  3. Mengembangkan pelatihan pengurangan risiko dan pengembangan kapasitas di tingkat kota/kabupaten
  4. Mengembangkan inisiatif-inisiatif keselamatan bencana tingkat kota/kabupaten

Esensial 8: Perlindungan Lingkungan dan Perkuatan Ekosistem [HFA Prioritas 4]

  1. Meningkatkan kesadaran akan dampak dari perubahan lingkungan dan degradasi ekosistem terhadap risiko bencana
  2. Mempromosikan pertumbuhan hijau dan proteksi lingkungan dalam merencanakan mata pencaharian dan pembangunan yang berkelanjutan
  3. Membentuk aliansi-aliansi dengan para pengelola lingkungan dan sektor swasta
  4. Memperkuat instrumen-instrumen pengelolaan ekosistem yang sudah ada atau mengembangkannya jika belum ada

Esensial 9: Kesiapsiagaan, Peringatan Dini, dan Respon yang Efektif [HFA Prioritas 2 dan 5]

  1. Memperkuat dan memperbaiki kesiapsiagaan
  2. Menciptakan atau memperbaiki sistem peringatan dini multi-hazard yang mudah diakses
  3. Meningkatkan pelayanan-pelayanan tanggap darurat di dalam kota/kabupaten
  4. Mengembangkan tabletop exercise (TTX) dan dril secara berkala
  5. Merencanakan pemulihan sebelum bencana terjadi

Esensial 10: Pemulihan dan Pembangunan Kembali Komunitas [HFA Prioritas 4 dan 5]

  1. Pemulihan menjadi bagian dari rencana pengurangan bencana dan kebijakan-kebijakan publik
  2. Melibatkan populasi yang terdampak dalam mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan pemulihan
  3. Pemulihan menjadi sebuah kesempatan membangun dengan lebih baik dan memperbaiki pembangunan
  4. Mencari sumber daya, memperkuat aliansi-aliansi, dan memastikan keberlanjutan (sustainability)

Untuk Kemajuan LG SAT for disaster resilience Kabupaten Pandeglang 2013 dapat di download disini :

Kelompok 1

Kelompok 2

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.