Enter your keyword

Menjajaki Kerjasama dalam Mengembangkan Agroindustri

Menjajaki Kerjasama dalam Mengembangkan Agroindustri

Menjajaki Kerjasama dalam Mengembangkan Agroindustri

Dalam rangka mengembangkan sektor pertanian (agrobisnis dan agroindustri) di Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melakukan kunjungan kerja ke Puspitek Serpong Tangerang Selatan di pimpin oleh Sekretaris Bappeda Drs. H. Mahmud Ali, MM di damping oleh para kepala bidang dan difasilitasi oleh Kementrian Riset dan Teknologi.

Maksud dilaksanakannnya kunjungan tersebut adalah untuk menjajaki kemungkinan dilaksanakannya MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang dengan Pusat Pengembangan Inovasi (PPI) Institut Teknologi Indonesia (ITI) dalam rangka perintisan pengembangan agroindustri berbasis teknologi terapan dengan pola pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan kerja yang dilaksanakan oleh Bappeda Kabupaten Pandeglang ini mendapat respon baik dari Direktur PPI, Krisnahadi Pribadi M.Sc, P.hd, yaitu dengan dilakukannya kunjungan balasan dari pihak PPI ke Kabupaten Pandeglang pada tanggal 25 April 2012 yang diterima langsung oleh Bupati Pandeglang Drs. H. Erwan Kurtubi, MM di Ruang Garuda Pendopo Kabupaten Pandeglang.

Dalam sambutannya, Bupati Pandeglang mengatakan bahwa konsep agro industri sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pandeglang yang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah Pandeglang sebagai pusat Agro Industri dan Pariwisata di Propinsi Banten yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Kemudian dalam paparannya, Direktur Pusat Pengembangan Inovasi (PPI), Krisnahadi Pribadi, M.Sc, P.hd, menawarkan beberapa strategi pengembangan agro industri yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, diantaranya :

  1. Sebagai langkah awal, Implementasi teknologi diharapkan mampu untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat petani padi, jagung dan kedelai . Teknologi yang digunakan akan ditransfer pada masyarakat petani agar lebih berdaya dan memiliki nilai tambah. Dengan diterapkannya teknologi tersebut diharapkan dengan biaya produksi yang relatif rendah akan menghasilkan padi lebih dari 11 (sebelas) ton perhektar.
  2. Untuk memenuhi kebutuhan akan air pada lahan pertanian non irigasi teknis, dicoba untuk dikembangkan teknologi plasma dengan membuat hujan buatan pada saat petani membutuhkan air.
  3. Mengembangkan teknologi energi gravitasi untuk mendorong air bawah tanah ke permukaan lahan pertanian tanpa menggunakan bahan bakar sehingga secara otomatis akan menekan biaya produksi petani.

Hasil dari audiensi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang dengan Pusat Pengembangan Inovasi (PPI) Institut Teknologi Indonesia dicapai kesepakatan dituangkan kedalam MoU untuk pengembangan sektor pertanian dalam rangka meningkatkan hasil produksi dan nilai tambah produksi pertanian dengan tetap mengedepankan pemberdayaan masyarakat petani sebagai ujung tombak dalam menyongsong era agroindustri di Kabupaten Pandeglang.

Tim Redaksi

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.