Enter your keyword

Menyambut HUT ke-141: Pandeglang diantara Persimpangan

Menyambut HUT ke-141: Pandeglang diantara Persimpangan

Menyambut HUT ke-141: Pandeglang diantara Persimpangan

Pandeglang dengan segala keunikannya merupakan maha karya sang kuasa yang tiada duanya, potensi alam yang sangat luar biasa dipadukan dengan khas budaya masyarakat yang islami memberikan aroma tersendiri bagi setiap penikmatnya. Pandeglang adalah anugerah Tuhan yang sengaja diciptakan hanya untuk dipandangi, manghabiskan masa tua dibawah matahari yang masih bersih dari polusi industri yang kian menyesakkan merupakan kenikmatan yang patut untuk disyukuri. Sejauh mata memandang hanya terdapat hamparan permadani hijau, beningnya mata air, birunya luas lautan yang terbentang dari utara sampai selatan, lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan kita ingkari ketika daerah lain berpacu dengan kerasnya kehidupan, ganasnya polusi  serta alam yang mulai tidak bersahabat.

Tengoklah sedikit ke atas betapa gagah dan anggunnya gunung karang, pulosari dan aseupan yang mengalirkan jernihnya air kehidupan kedalam relung hati kita yang paling dalam. Hijau, sejuk dan begitu  beraroma dan memberikan kehidupan yang sangat berarti bagi setiap jiwa yang berada dibawahnya. Beranjaklah ke selatan maka hamparan sumber kehidupan yang berwarna hijau dan terkadang menguning tatkala akan dipetik terbentang sangat luas, jika kita menyadur lagu koes plus tentang kolam susu maka tidak diragukan lagi disinilah realitasnya, tempat untuk menyandarkan kehidupan hanya kepada alam. Dan jika kita sudi, maka biarkan kaki sedikit lagi lebih ke selatan, disana akan kita temui mahakarya alam yang sesungguhnya yang tersaji dalam balutan warna biru muda dan biru tua, tidak ada batas didalamnya selain kearifan jiwa untuk tetap memeliharanya menjadi bagian dari kehidupan yang abadi

Setiap kaki melangkah yang terdengar tidak lain adalah alunan ayat suci yang menyejukkan hati, sapaan masyarakat yang begitu ramah dan suasana pesantren yang mempersembahkan harum surgawi yang saat ini jarang kita rasakan ditengah-tengah era modernisasi dan perubahan global.  Kultur masyarakat Pandeglang merupakan cerminan keluguan manusia tatkala pertama kali diciptakan namun tetap waspada terhadap setiap pengingkaran yang terjadi. Agama adalah benteng sementara budaya adalah sikap dan perilaku namun dalam kondisi tertentu agama dapat berwujud benteng sekaligus sikap tegas terhadap setiap kemudharatan yang terjadi dimuka bumi.

Pada dimensi yang berbeda Ulama adalah penjelmaan ragawi sang pencipta maka titahnya sulit untuk dibantah. Ulama adalah kebenaran itu sendiri hal ini yang terkadang tidak terbantahkan oleh akal sehat padahal ulama adalah manusia yang tidak luput dari dosa. Pada sisi lain munculnya ketokohan jawara menjadikan masyarakat semakin tenggelam dalam dua kelompok besar dimana pemimpin merupakan sumber kebenaran sehingga terkadang irrasionalitas mendominasi perilaku. Seiring perkembangan jaman kini mulai muncul kelas masyarakat madani yang memisahkan diri dari dua kelompok tersebut namun secara kultur mereka masih memiliki keterikatan, namun lebih rasional dalam menyikapi dinamika sosial, politik maupun ekonomi yang terjadi.

Alam dan kultur Pandeglang merupakan perpaduan serasi antara tradisional dan naturalisme ketika masyarakat dunia berupaya menasbihkan diri dalam budaya modern yang mengedepankan liberalisme, individualisme dan berbagai macam dogma lainnya yang memposisikan diri manusia menjadi sekrup-sekrup mesin penopang dunia. Tidak ada yang salah dengan keduanya karena pada hakikatnya semua itu adalah cara manusia dalam memaknai kehidupan. Hidup adalah pilihan, begitu pula Pandeglang, Pandeglang hanya perlu memilih diantara berbagai pilihan untuk tetap bisa bertahan, memberikan penghidupan yang layak bagi masyarakatnya dan menaburkan benih keasrian bagi alamnya.

Dalam komunitas masyarakat modern, kesejahteraan masyarakat diartikan secara materi dan ini berarti memaknai ekonomi dalam kerangka liberalisme  baik secara politik, ekonomi maupun sosial. Persaingan akan semakin ketat dan secara perlahan akan menggerus setiap resistensi yang diaktualisasikan. Pada kenyataannya teori tentang pertumbuhan ekonomi hanya memberikan ruang pada sebagian masyarakat dan memarginalkan yang lainnya dan dia tidak akan pernah bersahabat dengan alam, menjadikan manusia makhluk a sosial dan tidak ada toleransi dengan waktu, semua berjalan secara cepat dan dinamis. Hal inilah kemudian yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi, harapan tentang trickle down effect ataupun multiplier effect akan terus bergema seiring dengan ekonomi yang terus bergerak mencapai titik keseimbangan.

Berbanding terbalik dengan konsep modernitas, maka masyarakat tradisional akan selalu mengedepankan harmonisasi dan keseimbangan antara alam dan manusia. Pergerakannya sangat lambat, lebih mengutamakan kebijaksanaan dan kearifan lokal dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya. Kekayaan mereka tidak terletak pada materi akan tetapi ketenangan jiwa, budi yang luhur serta timbal balik dari alam yang memberikan berkah untuk kehidupan meskipun tidak sebanyak yang dibutuhkan atau bahkan kekurangan sekalipun.

Secara empirik, Pandeglang berada diantara keduanya, jika meminjam istilah kerennya mungkin berada pada masa transisi. Tokoh tua yang cenderung status quo mungkin masih asyik dengan ketenangan batin untuk lebih menyelaraskan diri dengan alam, namun tokoh muda yang mewakili generasi madani ingin bergerak lebih cepat menjadikan Pandeglang dapat bersaing secara kompetitif, membuka diri terhadap pasar dan perubahan yang berorientasi pada modernitas. Kaki Pandeglang berpijak pada dua pondasi yang saling berseberangan dan berbeda satu sama lain. Arus globalisasi merupakan teori tentang efek domino, semua komponen akan terkena imbasnya termasuk Pandeglang didalamnya. Kini diusianya yang ke-141 Pandeglang tengah menunggu keputusan besar yang akan diambil, keputusan tentang hidup dan kehidupan yang akan dilewati pada tahun-tahun mendatang untuk menjawab pertanyaan quo vadis pandeglangku?

OGIE NUGRAHA

STAFF BAPPEDA KAB PANDEGLANG

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.