Program Nasional Terpadu Gerakan Pembangunan (Pandu Gerbang) Kampung

Program Gerbang Kampung secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemandirian desa/kelurahan yang menjadi benteng pertahanan nasional. Program Gerbang Kampung sendiri merupakan luncuran dari beberapa kementrian di bawah koordinator Kementrian Kesejahteraan Rakyat (KESRA) seperti Kementrian Kesehatan, Kementrian Koperasi, Kementrian Kominfo, Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, Kementrian Kementrian Perumahan, Kementrian Sosial dan lain-lain.

Sebagai pertahanan nasional terakhir di tingkat desa yang berhubungan langsung dengan masyarakat, kebangkitan desa merupakan hal yang sangat urgen guna menggerakkan masyarakat dalam merealisasikan program-program pemerintah, sehingga secara efektif dapat menuntaskan kemiskinan dan pengembangan potensi lokal.

  1. Latar belakang kegiatan adalah :

–    fenomena atau kondisi kampung-kampung yang ada di Daerah Tertinggal di Indonesia pada umumnya merupakan desa/kampung tertinggal (belum maju).

–   Berdasarkan hasil kajian Kementerian Kesra selama ini belum ada program nasional terpadu untuk membangun kampung/desa yang bersifat holistik integral, multi sektor, multi disiplin yang mengharmonisasikan dan mengintegrasikan sekitar 51 program pusat, provinsi, dan kabupaten yang dapat dijadikan percontohan sesuai karakteristik dan potensi daerah guna mempercepat pembangunan kesra di daerah tertinggal.

–     Kegiatan ini merupakan paradigma baru untuk penanggulangan kemiskinan dan pembangunan perdesaan yang memadukan pendekatan bottom up dan top down dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

–   Merupakan grand design dan strategi menciptakan pusat-pusat percontohan pembangunan desa dan kampung-kampung, serta melepaskan sekat-sekat kegiatan selama ini agar saling bersinergi.

  1. Tujuan kegiatan Pandu Gerbang Kampung adalah untuk mewujudkan pilar-pilar pembangunan kesejahteraan rakyat (Kesra) di kampung-kampung melalui :

–     Peningkatan kualitas SDM,

–     Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran,

–     Tanggap cepat penyelesaian masalah kesejahteraan rakyat dengan menggunakan indikator keberhasilan MDG’s.

  1. Kegiatan implementasi Pilar Pembangunan Kesra dalam Pandu Gerbang Kampung adalah :

–    Sinkronisasi, harmonisasi, sinergisasi kebijakan makro strategis dengan kebijakan makro operasional di bidang perekonomian, polhukam dan kesra. Oleh karena itu Pandu Gerbang Kampung, sebagai lokomotif penggerak yang menggandeng berbagai gerbong program/proyek dari berbagai kementerian, seperti Program PNPM, Bedah Desa, Desa Siaga, Desa Prima, Desa Energi Mandiri dll.

–    Mengupayakan sesuatu yang tertinggal menjadi maju baik fisik maupun non fisik melalui berbagai program diantaranya rehabilitasi dan rekonstruksi, pengadaan sarana dan prasarana infrastruktur dasar (rumah, pustu, sekolah, jalan desa, listrik, air bersih, demplot pertanian, balai desa dan lapangan olah raga) dengan disertai seperangkat petunjuk teknis, pelatihan, dan pendampingan kelembagaan.

  1. Mekanisme pelaksanaan Pandu gerbang Kampung :

–   Di awali dengan Pembentukan Tim Terpadu Pandu Gerbang Kampung oleh Menko Kesra (Ketua, Tim Pakar, Sekretariat, Ketua Pokja dan anggotanya berasal dari berbagai kementerian/lembaga).

–    Di lapangan, ada kader penggerak atau pendamping. Di tingkat daerah, dinas-dinas terkait mendorong pelaksanaan berbagai program/proyek APBD ke target operasi pandu gerbang kampung di desa/kampung yang telah ditentukan.

–   Sementara itu program kementerian dari Pusat dengan dana APBN memfasilitasi pelaksanaan program daerah. Jadi dana APBD dan APBN bersinergi menyatu dalam Pandu Gerbang Kampung di desa/kampung sasaran.

  1. Sumber Pendanaan Kegiatan Pandu Gerbang Kampung adalah :

–     Crass program APBN dan APBD,

–     Community Social Responsibility (CSR),

–     Dana Hibah negara sahabat.

  1. Pola Pembinaan Pandu Gerbang Kampung dilaksanakan sebagai berikut :

–    Bupati dan Camat setempat memilih Desa Percontohan yang layak karena sudah ada program pemerintah yang masuk ke desa tersebut. Desa ini disebut Desa Percontohan I.

–     Desa Percontohan I ini, dibina melalui berbagai program baik fisik maupun non fisik yang sumber dananya dari APBN, APBD, CSR dan dana lainya yang tidak terikat.

–    Pada tahun kedua, Bupati dan Camat setempat memilih Desa Percontohan II yang kurang baik untuk mencontoh Desa Percontohan I. Berbagai program Pusat, Daerah baik APBN maupun APBD serta CSR dan Swasta serta LSM diarahkan membangun Desa Percontohan II sebagaimana Desa Percontohan I.

–   Pada tahun Ketiga, Bupati dan camat setempat memilih Desa Percontohan III yang tidak baik, untuk mencontoh Desa Percontohan I dan II. Berbagai program Pusat, Daerah baik APBN maupun APBD serta CSR dan Swasta serta LSM diarahkan membangun Desa Percontohan III sebagaimana perlakuan terhadap Desa Percontohan I dan II.

–     Pada tahun ketiga, Percontohan model Pandu Gerbang Kampung akan berakhir untuk pindah ke Kabupaten lain.

–     Pada tahun keempat, Pemerintah daerah setempat dilepas untuk mandiri membina Desa percontohan Pandu Gerbang Kampung tersebut.

–     Pemerintah Pusat dan daerah melaksanakan monitoring 3 kali setahun dan evaluasi 1 kalli setahun.

  1. Pandu Gerbang Kampung telah di uji coba di Desa Arungkeke Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan dan di tahun 2011 terpilih 6 lokasi percontohan Pandu Gerbang kampung. Lokasi Percontohan yang ditunjuk harus memiliki 5 kriteria sebagai berikut :

–     Kesiapan Bupati setempat menyediakan wilayahnya sebagai uji coba Pandu Gerbang Kampung.

–     Kesiapan Bupati setempat dalam sharing dana untuk pelaksanaan uji coba Pandu Gerbang Kampung.

–   Kesiapan Bupati menyiapkan Desa-desa terbaik di daerahnya untuk dijadikan sebagai desa percontohan dan lokasi uji coba Pandu Gerbang kampung.

–     Mengajukan Proposal Kepada Menko Kesra.

–     Adanya komitmen bersama antara Gubernur dan Bupati setempat.

Berdasarkan uraian di atas, Pandu Gerbang kampung ini dapat di uji cobakan/dilaksanakan di Kabupaten Pandeglang dengan tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Tahap Persiapan

–    Menentukan desa/kampung percontohan

–   Identifikasi profil desa percontohan (kondisi geografis, lingkungan fisik dan demografi desa, taraf hidup masyarakat desa, kehidupan sosial budaya dan agama, potensi desa, sarana dan prasarana wilayah, peta program pembngunan yang sudah ada).

–    Melaksanakan need assement.

–    Menyusun Proposal model Pandu Gerbang Kampung di Daerah tertinggal.

–    Menyusun buku panduan juklak dan juknis melalui konsultasi publik sehingga proses bottom up dapat berlangsung.

 

  1. Tahap Pelaksanaan dan Uji Coba.

–    Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi

–    Menentukan kepemilikan berdasarkan musyawarah desa atau kampung.

–    Pelatihan dan Pendampingan.

–    Pemberdayaan masyarakat.

–    Pengolahan dan analisa data.

–    Penulisan laporan pelaksanaan dan hasil uji coba model percontohan.

 

  1. Implementasi, pemantauan dan evaluasi model.

–    Revisi model

–    Advokasi, sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat.

–    Implementasi model.

–    Laporan hasil pengembangan model

–    Desiminasi model percontohan Pandu Gerbang kampung.

(Taufik-Bidang Ekonomi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>