Enter your keyword

Sekilas tentang Musrenbang

Sekilas tentang Musrenbang

Sekilas tentang Musrenbang

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan forum komunikasi antar berbagai pihak (stakeholders) untuk merumuskan berbagai macam program ataupun kegiatan yang akan dilaksanakan. Musrenbang, sebagaimana di muat dalam Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran Daerah (SP3D) merupakan rangkaian dari mekanisme perencanaan dan penganggaran melalui pendekatan partisipatif dimana masyarakat sebagai pelaku utama dalam merumuskan perencanaan pembangunan daerah.

Dalam pelaksanaannya, Musrenbang daerah terbagi kedalam 3 (tiga) alur utama perencanaan yaitu Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan dan Musrenbang Kabupaten/RKPD. Musrenbang Desa merupakan forum rembug yang dilaksanakan oleh desa untuk merumuskan prioritas pembangunan didesanya. Hasil dari Musrenbang desa kemudian dibawa ketingkat kecamatan (Musrenbang Kecamatan) untuk kemudian dilakukan seleksi program/kegiatan prioritas pada tingkat kecamatan dari program/kegiatan yang masuk dari beberapa desa yang berada dalam wilayah kecamatan tersebut. Pada Musrenbang tingkat kecamatan usulan program/kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintahan desa dipadukan dengan hasil reses anggota DPRD sebagaimana amanat Perda SP3D. Hasil reses anggota DPRD dan usulan tingkat kecamatan tersebut kemudian dibawa ke Musrenbang Kabupaten untuk dilakukan penentuan prioritas program/kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan menjadi Rencana Kerja SKPD.

Rencana Kerja SKPD (yang merupakan lampiran RKPD) merupakan tahapan berikutnya dari mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah setelah dilaksanakannya musrenbang. Renja SKPD memakai pendekatan teknokratik dalam menentukan program/kegiatan, artinya dokumen Renja SKPD disusun secara teoritis sesuai dengan tema pembangunan, Isu strategis, prioritas dan agenda pokok  pembangunan. Hasil dari Musrenbang Kabupaten yang berupa rancangan RKPD kemudian dibahas pada Musrenbang tingkat propinsi dan nasional untuk dilakukan penyelarasan program dan kegiatan dengan level diatasnya (pendekatan top down dan bottom up planning).

Hal umum yang sering terjadi dimasyarakat dewasa kini adalah bahwa penyelenggaraan musrenbang seringkali menjadi ritual belaka tanpa ada hasil yang signifikan terhadap “keinginan” masyarakat. hal ini tentu saja sangat manusiawi ketika seseorang ataupun kelompok orang tidak mendapatkan keinginannya kemudian menjadi apatis terhadap suatu hal. Namun demikian bukan berarti musrenbang tidak memiliki makna sama sekali, karena musrenbang disandarkan kepada “kebutuhan” daerah  dalam mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan dan menjadi kesepakatan bersama. Dengan kata lain, ketika suatu masyarakat/kelompok masyarakat memiliki keinginan maka dia akan berbenturan dengan keinginan masyarakat/kelompok masyarakat lainnya sementara disisi lain secara finansial sangat terbatas. Disinilah kemudian peranan musrenbang menjadi sangat vital karena didalamnya terjadi dinamika dalam menentukan skala prioritas pembangunan sesuai visi, misi dan target pembangunan daerah dan tentu saja disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Bappeda sebagai institusi perencana dan merupakan inisiator dari Musrenbang sangat menjunjung tinggi dan mengapresiasi setiap keinginan masyarakat. Namun demikian keterbatasan anggaran yang dimiliki merupakan kendala utama yang juga harus dipahami oleh semua pihak, dan kondisi ini “memaksa” Bappeda untuk berupaya memegang teguh landasan teori perencanaan pembangunan yang telah menjadi kesepakatan bersama antara eksekutif, legislatif, masyarakat dan pelaku dunia usaha sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan (RKPD, RPJMD, RPJPD, RTRW) dan tentu saja dengan tanpa mengabaikan apa yang menjadi keinginan masyarakat.

Ogie Nugraha

Staff Bappeda

Comments (3)

  1. Hassan
    Feb 12, 2014

    Trims atas info nya.

  2. annisa
    Feb 12, 2014

    sudah semestinya ada keinginan yang dikorbankan untuk kepentingan bersama 🙂

  3. adit pradita baladbaduy
    Sep 3, 2014

    bagai mana kl seorang kepdes tidal ikut musremkec..?

Post a Comment

Your email address will not be published.